Di sore itu saya beserta beberapa teman jalan2 ke Mall Plasa Ambarukmo, dikarenakan kami belum menunaikan shalat ashar karena itu kami cepat2 mencari tempat shalat (mesjid atau meunasah) kebetulah di lantai atas kalau tidak salah lantai 7 plasa tesebut ada mesjid. Dengan sedikit bergegas kami langsung menuju ke sana. Setelah kami melakukan shalat sambil melihat-lihat disalah satu sudut terpampam sebuah film dengan judul “JUMANJI”, karena semacam ada sebuah magnet yang mendorong kami untuk menonton film tersebut, akhirnya kami langsung menuju ke kasir untuk mendapatkan tiket masuk, satu tiket harganya Rp. 25.000. karena film akan segera diputar, sambilan jalan penulis membaca apa yang ditulis pada tiket tersebut “Bioskop XXI”. Seperti ada yang menghentikan langkah penulis untuk beberapa saat, penulis seakan-akan pernah datang ke sini, ternyata itu hanyalan halusinasi dari penulis saja. Kawan2 yang lain sudah berada pas didepan pintu masuk, tanpa berfikir panjang penulis langsung menyusul mereka. Setelah beberapa saat penuis didalam, lamu ruangan langsung dimatikan dan filmnya pun diputar, yang tersimpan di memori penulis tentang ringkasan cerita dari film JUMANJI tesebut adalah sebagai berikut. Selamat menyaksikan, eh salah, maksud penulis selamat membaca ceritanya :

Pada tahun 1869, 2 orang laki-laki menguburkan sebuah benda. Karena benda itu cukup “berbahaya”. Dan ditahun 1969, bocah laki-laki berumur 12 tahun yang bernama Alan Parrish menemukan kembali benda tersebut. Tempat dimana benda itu dikubur dulu, kini berada dekat dengan pabrik sepatu milik ayahnya.

Dan benda itu adalah sebuah papan permainan yang disebut Jumanji. Pada saat malam hari, Alan dan temannya, Sarah Whittle bermain bersama permainan itu. Namun keanehan-keanehan terjadi, seperti keluarnya kelelawar dari papan Jumanji. Dan Alan terhisap masuk ke dalam papan dengan instruksi “Di dalam hutan kamu harus menunggu hingga angka yang keluar pada dadu adalah angka 5 atau 8″.

26 tahun kemudian tibalah Judy (Kirsten Dunst) dan Peter Shepherd (Bradley Pierce), yang menempati rumah baru bersama tantenya (yang diketahui adalah rumah keluarga Parrish) Dan mereka berdua pun menemukan Jumanji. Dan memainkannya. Hingga salah satu dari mereka ada yang mendapatkan dadu yang angkanya 5 atau 8.

Lalu keluarlah seorang laki-laki Robin Williams, yang diketahui adalah Alan yang dahulu terhisap kedalam papan permainan. Dan mereka bertiga kemudian menuju rumah Sarah (Bonnie Hunt), awalnya Sarah tidak percaya bahwa Alan masih hidup, sebab Alan diyakini telah meninggal.

Dan mereka berempat pun meneruskan permainan Alan dan Sarah yang tertunda selama 26 tahun itu. Berbagai keanehan terus terjadi. Hingga salah satu dari mereka berhasil mencapai titik Jumanji. Dan cerita kembali lagi ke 26 tahun yang lalu, dimana Alan dan Sarah saat bermain Jumanji.

Dan 26 tahun kemudian, dirumah keluarga Parrish, Alan dan Sarah telah menikah, bahkan Sarah tengah mengandung anak pertama mereka. Mereka bertemu kembali dengan Judy dan Peter.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya, kirimkan kritik dan saran anda ke email saya, email : therajakrueng@gmail.com (Muttaqin Syarifuddin)